Halaman

Senin, 10 Oktober 2011

Pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming)

Saat ini didunia bahasa pemrograman yang sedang menjadi trend adalah bahasa pemrograman yang berorientasi pada object (Object Oriented Programming – OOP). Salah satu bahasa pemrograman yang menggunakan metoda ini adalah Java. Yang menjadi pertanyaan adalah apa dan bagaimanakah OOP itu? Kali ini akan coba dibahas tentang OOP.

Dalam OOP struktur program tidak seperti pada pemrograman prosedural, sehingga jika terdapat kesalahan, atau mengembangkan program tidak harus mengurut program secara keseluruhan, melainkan hanya pada kelas tertentu yang akan diperbaiki atau dikembangkan. Objek merupakan gabungan dari data (dalam bentuk variabel instansi) dan beberapa tugas atau disebut dengan perilaku terhadap kumpulan data tersebut.

Pemrograman berorientasi objek dimaksudkan untuk memecahkan masalah pemrograman dengan menggunakan pola pikir manusia dan bagaimana interaksi manusia dalam kehidupan. Objek dimisalkan sebuah benda atau makhluk hidup yang memiliki ciri-ciri atau spesifikasi khusus, dan juga memiliki perilaku atau kegiatan dengan menggunakan ciri-ciri yang melekat pada objek tersebut.

Ciri-ciri atau spesifikasi yang ada pada objek ini disebut dengan atribut atau variabel sebagai alat untuk memesan nilai tertentu dari objek, yang pada dasarnya berisi informasi tentang objek tersebut. Sedangkan perilaku atau kegiatan dari objek disebut dengan metode, yaitu bagaimana objek tersebut melakukan suatu kegiatan tertentu dengan menggunakan atribut yang melekat padanya.

Objek berkaitan erat dengan kelas (class), dan kelas dapat memiliki variabel maupun subrutin. Sebagai contoh jika Computer adalah sebuah kelas, maka Mainframe, PC, Notebook, Netbook, dll adalah objek. Masing-masing dari objek memiliki ciri-ciri utama yang sama, namun setiap jenis dari anggota kelas Computer tersebut mempunyai ciri-ciri khusus yang berbeda, misalnya monitor yang berbeda, keyboard yang berbeda, dll.

Sehingga dapat dikatakan bahwa kelas berfungsi sebagai pembuat objek. Objek dibuat dan dibentuk kembali pada saat program dijalankan, dimana akan dapat diciptakan banyak objek sekaligus.

Dari contoh diatas, jika digambarkan dalam penulisan program Java :

class Computer
{
    String monitor;
    String keyboard;
    String processor;
    String printer;
}

Setiap objek yang akan diciptakan dari kelas Computer, akan memiliki masing-masing variabel “monitor”, “keyboard”, “processor”, dan “printer”. Sehingga akan dapat diciptakan banyak objek baru dari kelas ini. Dimana jika terjadi perubahan data, maka objek yang mengalami perubahan dapat langsung disesuaikan dengan perubahannya.

Contoh lain adalah dalam kelas Motor, sebagai berikut :

class Motor
{
    String merk, type;
    int tahun, kecepatan_max;

    void printMotor()
    {
       System.out.println(“Merk : “+merk);
       System.out.println( “Type : “+type);
       System.out.println(“Thn Produksi : “+tahun);
       System.out.println(“Kecepatan : “+kecepatan_max);
    }
}

public class MotorGo
{
    public static void main(String[] args)
    {
       //Disini menciptakan objek-objek dari kelas Motor
       Motor suzuki = new Motor(); /*membuat objek motor suzuki*/
       Motor honda = new Motor(); /*membuat objek motor honda*/
       //demikian seterusnya dapat dibuat objek baru

      //Setelah ini memberi nilai pada masing-masing objek dengan variabel
      //untuk motor suzuki
      suzuki.merk=”Suzuki”;
      suzuki.type=”TS125”;
      suzuki.tahun=2000;
      suzuki.kecepatan_max=120;

      //untuk motor honda
      honda.merk=”Honda”;
      honda.type=”Tiger 2000”;
      honda.tahun=2008;
      honda.kecepatan_max=200;

       //memerintahkan untuk mencetak
      suzuki.printMotor();
      honda.printMotor();
    }
}

Class dapat berupa satu file tersendiri untuk memudahkan pemeriksaan jika terjadi kesalahan maupun untuk pengembangan program. Demikian pula dengan subrutin MotorGo. Dalam pemrograman Java, untuk proses menjalankan program yaitu dengan memanggil subrutinnya. Sehingga nama file sama dengan nama subrutin yang akan dijalankan. Sebagai contoh dari program diatas, jika disimpan dalam satu file adalah MotorGo.java. Yang perlu diingat dalam Java berlaku prinsip yang membedakan antara huruf kapital dan huruf non-kapital, sehingga penulisannya harus teliti. Dan variabel tidak dapat menyimpan objek, ia hanya bisa menyimpan nilai dari suatu objek.

Demikian pembahasan mengenai Pemrograman Berorientasi Objek (OOP) kali ini. Kekurangan dalam tulisan ini adalah karena penulis dalam proses belajar. Semoga bermanfaat.

Referensi : http://java.lyracc.com